Ilustrasi Jenis Sumur Sebagai Sumber Potensial Air Bersih
Ilustrasi Jenis Sumur Sebagai Sumber Potensial Air Bersih (Sumber : Freepik)

Sumber air bersih sering didapat dari dalam tanah, dengan membangun beberapa jenis sumur yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Tahukah Anda, untuk kebutuhan ini, fasilitas ini bisa diwujudkan dengan beberapa cara ?

Jenis Sumur Galian

Sumur Galian atau juga biasa dikenal dengan istilah sumur dangkal. Karena proses penggalian untuk menemukan titik sumber air berkisar 7-10 metter. Jenis ini paling sering digunakan untuk kebutuhan skala kecil, seperti rumah tangga dan sebagainya.

Proses pembuatan sumur Galian relatif sangat sederhana, karena dangkal, proses biasa dilakukan dengan hanya bantuan tenaga manusia. Cara ini sudah dilakukan sejak lama, dan cara pembuatannya dilakukan secara turun temurun, hingga sekarang.

Sumur Galian bisa dibuat dengan kebutuhan diameter sesuai kebutuhan. Bisa dalam ukuran kecil, atau besar, semua dapat disesuaikan dengan sangat mudah, dan tentu saja dengan biaya yang tidak terlalu besar.

Peruntukan fasilitas ini biasa dibangun pada daerah dengan sumber air dangkal. Seperti pedesaan, atau masyarakat sekitar pegunungan. Meski demikian, pada masyarakat perkotaan juga kerap dijumpai fasilitas sumur Galian.

Kelebihan jenis sumur ini adalah biaya pembuatan yang lebih murah karena tidak menggunakan alat khusus. Serta dalam hal penggunaan, pemanfaatan sumber air bersih tidak bergantung tanpa listrik, karena bisa didapat secara manual.

Meski memiliki kelebihan, fasilitas ini juga tak luput dari kekurangan. Tarutama dalam hal kontaminasi sumber air bersih yang didapat. Karena diambil dari sumber yang dangkal, membuat kualitas air kurang maksimal.

Selain itu, bagian utama sumur yang terbuka, membuat pencemaran mudah terjadi baik disengaja maupun tidak disengaja. Seperti kemasukan kotoran sampah, hingga binatang yang tak sengaja mauk ke dalam bibir sumur.

Baca Juga :

Sumur Pompa

Jenis Sumur ini pada dasarnya merupakan penyempurnaan Sumur Galian, meski dalam hal kedalaman sama (4-10 meter). Hanya saja dalam pembuatannya dilakukan dengan alat khusus (bor) dan dengan diameter lebih efektif.

Proses pengeboran yang dilakukan akan menyisakan lubang dengan diameter kecil, karena pada dasarnya proses mendapatkan air berbeda dengan jenis sumur galian. Pada sumur bor, proses dilakukan dengan mesin pendorong, dalam hal ini pompa air.

Pompa air akan terhubung dengan Pipa Air Bersih yang terkoneksi dari sumber air menuju titik keran. Sehingga air bisa didapat kapanpun saat keran dibuka. Kebutuhan ini biasanya dipenuhi untuk fasilitas umum, dan bangunan berskala menengah hingga besar.

Dalam hal pembuatan jenis sumur ini membutuhkan biaya lebih besar dibanding Sumur galian. Selain itu, pemanfaatannya sangat bergantung pada aliran listrik, karena daya dorong pompa air yang digunakan untuk mengalirkan air bersih.

Meski demikian dalam hal kualias, jenis sumur ini umumnya menghasilkan air dengan kualitas sangat baik. Selain itu, bagian yang tertutup rapat, membuat aliran air yang didapat bebas dari kontaminasi, atau pencemaran dari luar.

Sumur Resapan

Berbeda dengan dua jenis sumur di atas, produk sumur Resapan mendapat sumber air bersih bukan dari tanah. Tapi dari limpahan sumber air yang jatuh ke tanah, pada saat musim penghujan tiba. Sehingga selain berfungsi sebagai “tadah” air, fasilias ini juga berfungsi mengurangi risiko banjir.

Datangnya musim penghujan harusnya menjadi berkah karena limpahan air yang jatuh. Namun sayangnya di beberapa tempat, hal ini justru menjadi musibah, karena aliran air yang tersumbat dan tidak bisa mengalir sebagaimana mestinya.

Hal ini kerap terjadi di perkotaan, dimana pembangunan yang pesar membuat fasilitas saluran air kurang diperhatikan, sehingga terjadi genangan setelah hujan turun. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan membangun sumur resapan.

Dalam pemanfaatannya, sumur resapan dapat dibangun secara pribadi hingga kebutuhan fasilitas umum. Sehingga selain dapat menampung limpahan air hujan guna menghindari genangan, air yang ada di dalamnya dapat digunakan kembali untuk kebutuhan lain.

Seperti aktivitas irigasi pertanian, perkebunan, bahkan sumber air bersih. Khusus untuk kebutuhan sumber air bersih, dibutuhkan proses filterisasi untuk mengurangi residu polutan yang membuat kualitas air buruk.

Selain itu, sumur resapan juga dapat digunakan untuk membuat lingkungan menjadi subur. Sehingga ideal untuk kebun, pertanian dan kebutuhan hortikultura yang lain. Prinsip membangun sumur resapan adalah proses pembuatan lubang di tanah yang pada akhirnya menjadi pusat limpahan air yang jatuh pada saat musim penghujan.

Baca Juga : Manfaat Membangun Sumur Resapan

Jenis Sumur Bor

Merupakan jenis sumur dengan skala proses yang lebih besar. Karena untuk mencapai titik sumber air bersih, dibutuhkan penggalian hingga lebih dari 100 meter, tergantung lingkungan dan jarak sumber air di sebuah daerah, car aini bahkan bisa dilakukan hingga mencapai 900 meter.

Untuk mencapai kedalaman tersebut, dibutuhkan sebuah alat khsusus yang dapat menggali tanah hingga kedalaman ratusan meter. Jenis fasilitas ini biasanya digunakan untuk skala kebutuhan lebih besar karena proses pembutan yang rumit dan membutuhkan biaya sangat besar.

Kedalaman sumber air yang di dapat dari dalam tanah membuat tekanan air sangat besar. Sehingga untuk mengambilnya tidak dibutuhkan peralatan pendorong seperti pompa air dan sejenisnya, karena air akan keluar secara alami dengan sendiri.

Pembuatan lubang dibuat secara efektif dan tidak terlalu besar, hanya cukup untuk memasukkan bagian yang terhubung dengan Pipa Air khusus air bersih. Kebutuhan ini bisa didapat untuk sumber air bersih perumahan dan aktivitas dengan debit air bervolume besar.

Karena di dapat dari sumber yang sangat dalam, kualitas air yang di dapat sangat baik, terutama dibandingkan dengan dua jenis sumur di atas. Selain itu, dalam hal debit air yang di dapat, biasanya cara ini memiliki pasokan air sangat besar dan tidak bergantung musim.

Pembuatan lubang yang tidak terlalu besar dan tertutup, membuat sumber air bebas kontaminasi. Sangat ideal digunakan untuk fasilitas umum, dan sumber air bersih wilayah yang sering mengalami krisis air.

Sumur Artesis

Pada dasarnya, pembuatan jenis sumur ini hampir sama dengan sumur bor. Hanya saja, peralatan yang dibutuhkan lebih komplek, karena untuk medan yang lebih keras, seperti kerikil, bebatuan dan mineral keras yang lain.

Untuk mendapat sumber air, jenis ini juga membutuhkan kedalaman tanah hingga lebih dari 250 meter. Dan tentu saja dalam hal proses yang mekanisme pendorong (Penggunaan pompa) membutuhkan alat yang sangat kompeten.

Dilihat dari prosesnya, kebutuhan pembuatan sumur jenis ini membutuhkan biaya yang sangat besar. Selain itu, perhitungan yang tepat juga membuat pekerjaan ini memerlukan seorang ahli, terutama dalam hal pengeboran.

Dari kerumitan proses, mahalnya peralatan yang digunakan dan proses perhitungan yang tepat, membuat hasil yang didapat menjadi sangat potensial. Selain air berkualitas sangat baik, debit air yang besar membuat risiko sumur kering sangat kecil.

Kebutuhan air ini biasanya dibutuhkan untuk fasilitas umum seperti perumahan hingga kebutuhan bersekala besar pertambangan, dan sebagainya. Dimana sumber air yang dibutuhkan bersifat berkelanjutan dan berskala sangat besar untuk aktivitas tambang dan sebagainya.

Dalamnya sumber mata air membuat proses pengaliran air lebih mudah pada tipe sumur ini. Tekanan dari dalam bumi membuat air secara otomatis keluar secara alami, sehingga tidak dibutuhkan pompa air dan sejenisnya.

Jenis Sumur : Sebagai Sumber Potensial Air Bersih

Leave a Reply

Your email address will not be published.